Instructor Zone

Sharing - Trik & Tips - Kepemimpinan - Ekstrakulikuler

PPC Iklan Blogger Indonesia

Selasa, 21 Juni 2016

JADWAL PENERIMAAN TAMU AMBALAN 2016

22.48
PTA 2016 dilaksanakan pada tanggal 18 - 20 Juli 2016
Bertempat di SMK N 9 Surakarta dengan sitim diklat tidak menginap

Jadwal PTA 2016 Download disini

Rabu, 08 Juni 2016

TUGAS POKOK DAN FUNGSI KAKAK ASUH

09.03
     Dalam setiap kegiatan mempunyai gaya pelaksanaan masing - masing. Setiap kegiatan juga akan mengalami perubahan dan inovasi, karena hasil evaluasi pada kegiatan sebelumnya. Pada sebuah kegiatan saya mencoba mempraktekan apa yang dinamakan Kakak Asuh atau biasa dikenal dengan istilah Danton (Komandan Pleton) dalam pasukan.

     Kurang lebih dalam sebuah kegiatan ada 500 peserta terdiri dari putra dan putri. Mereka kita pisahkan menjadi kelompok yang berbeda. Selanjutnya dari dua kelompok besar tersebut kita bagi menjadi kelompok - kelompok kecil yang terdiri dari + 10 orang /kelompok. Setiap 5 kelompok akan diasuh oleh 2 Kakak Asuh.

     Dalam kegiatan berskala besar seperti ini, saya kira akan lebih efektif apabila ada pembagian - pembagian tersebut. Tujuannya adalah agar kegiatan berjalan dengan baik dan kontrol kegiatan mudah. 

     Fungsi dari Kakak Asuh adalah sebagai kontrol peserta dan sebagai instruktur. Dua kakak asuh membawahi 5 kelompok + 50 orang. Dalam proses kegiatan kakak asuh yang akan memberikan materi, kontrol makan peserta, hingga melaksanakan pergeseran pasukan dalam setiap kegiatan.

     Dalam kerjanya kakak asuh selalu berpegang pada jadwal yang sudah tersusun. apabila ada perubahan jadwal hanya ada satu orang yang berhak menginformasikan karena dia sebagai pembuat sekaligus pengawas kegiatan.

      

TIPS DALAM CMI (CARA MEMBERIKAN INSTRUKSI)

08.53
            CMI atau Cara Memberikan Instruksi merupakan bekal pokok yang harus dimiliki setiap instruktur atau pelatih. CMI adalah cara berbicara seorang pelatih / kemampuan berbicara seorang pelatih dalam menyampaikan materi ataupun dalam pengendalian pasukan.

            Sebagai seorang pelatih / instruktur harus mempunyai kecakapan berbicara, dalam hal ini tidak bisa disamakan kemampuan berbicara satu pelatih dengan pelatih yang lain, akan tetapi ada beberapa tips agar seorang pelatih / instruktur mampu berbicara dan menyampaikan materi didepan pasukan.


1. Percaya Diri
    Sebagai seorang pelatih harus percaya diri, jangan takut salah, jangan takut ditertawakan, santai &     tenang, ketika berdiri didepan pasukan. Tanamkan pada diri dan otak kita bahwa Saya adalah             Pelatih

2. Buat rencana latihan
    Sebagai seorang pelatih sebuah rencana itu menjadi hal yang penting. Karena dari rencana itulah         apa yang akan kita sampaikan kepada peserta. Saya pribadi yakin bahwa rencana yang baik akan         menghasilkan yang baik pula.
    Rencana latihan latihan dibuat sebagai bahan dasar dalam pelaksanaan kegiatan / pemberian               materi. misalnya pelatih akan memberikan pelatihan bela diri, seorang pelatih harus membuat             rencana latihan dua tahap yaitu teori dan praktek. Didalam rencana latihan terdapat juga maksud         dan tujuan, fungsi, dan target pemberian materi tersebut.

3. Evaluasi
    Sampaikan selalu evaluasi kepada peserta / siswa setelah pelaksanaan kegiatan / pemberian materi.     Koreksi menurut saya intinya bukan hanya mengevaluasi kekurangan akan tetapi diberikan juga         penghargaan / pujian atas terlaksananya kegiatan tersebut. jangan lupa untuk selalu memberikan         support dan motivasi agar selalu semangat dalam berkegiatan.


Catatan:
CMI sering digunakan ketika pelatih memberikan materi. Dalam pemberian materi tidak selalu harus menerangkan tapi ada kalanya siswa / peserta diberi kesempatan untuk bertanya ataupun praktek. Manfaatkan pula yel - yel / lagu - lagu untuk mencairkan dan menghidupkan suasana kegiatan.

CARA PENGENDALIAN PASUKAN DALAM KEGIATAN OUTDOOR

08.24
            PASUKAN adalah sekelompok orang yang berkumpul menjadi satu kesatuan dengan satu orang sebagai pemimpin da menjalankan segala instruksi dari pimpinan.

            PENGENDALIAN adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan mengelola sebuah pasukan agar tercapai tujuan


            Sebagai seorang instruktur / pelatih harus memiliki ciri khusus dalam melakukan pengendalian pasukan, contoh: Sersan (Serius tapi santai), Lucu tapi serius, dan lain sebagainya.

CARA - CARA PENGENDALIAN

1. Selalu gunakan Materi PBB
    Maksudnya adalah pastikan dalam setiap pengendalian, pasukan harus selalu dalam keadaan rapi &     tertib. Bukan hanya ketika jalan tetapi dalam berbagai kegiatan. Contoh: Duduk, Melepas sepatu,       atau menerima materi.

Contoh:
    a. Pergeseran pasukan
        Pastikan ketika pasukan melaksanakan pergeseran, barisan sudah tertata rapi. Misalnya 2, 3, atau         4 banjar, sesuaikan dengan jumlah anggota dalam pasukan tersebut.

    b. Duduk
        Ketika pasukan dalam keadaan duduk, baik untuk beristirahat / menerima materi, selalu pastikan         bahwa kondisi pasukan tertata rapi dan tertib.

Catatan:
Diatas dijelaskan bahwa cara pengendalian pasukan adalah menggunakan PBB (Peraturan Baris Berbaris). Maksudnya adalah kita sebagai instruktur memperkenalkan kepada peserta cara berdisiplin melalui hal - hal kecil. Tetapi ketika mengendalikan pasukan harus punya prinsip fleksibel, artinya adalah instruktur tidak kaku / sangat patuh terhadap materi PBB. Ingat ini pengendalian pasukan bukan pemberian materi PBB, lebih santai tapi berwibawa dan memperlihatkan keteraturan yang baik justru akan memudahkan kita sebagai instruktur dalam mengendalikan pasukan.

2. Berikan Arahan
    Arahan merupakan hal yang penting dalam pengendalian pasukan, dan harus dilakukan secara             rutin, terarah sesuai dengan jadwal yang berlaku.Dalam setiap kegiatan pasti ada jadwal kegiatan.       Jadwal kegiatan inilah yang menjadi bahan pelatih memberikan arahan, misalnya

Didalam Jadwal tertulis:
..........
05.00 - 05.30          Ibadah
05.30 - 06.00          Senam pagi
..........

Pada pukul + 04.30 instruktur harus sudah merapat ke pasukan untuk melaksanakan pengecekan apakah pasukan sudah bangun atau belum. selanjutnya memberikan pengarahan.

          " baik untuk seluruh siswa, setelah ini kalian melaksanakan ibadah, waktu ibadah kalian pukul                05.00 - 05.30, selanjutnya kalian akan melaksanakan senam pagi di lapangan pukul 05.30 -                  06.00 dengan seragam olahraga bersepatu, laksanakan dengan cepat dan tertib, tarik mundur                berapa menit kalian harus melakukan persiapan. Terima kasih"

.........
06.00 - 07.00         Bersih diri
07.00 - 07.30         Apel pagi
.........
Setelah melaksanakan senam pagi pastikan juga diberi pengarahan

           " baik seluruh siswa setelah ini laksanakan bersih diri, waktu kalian sampai pukul 07.00,                           selanjutnya melaksanakan apel pagi di kompi masing - masing dengan seragam dinas                           lapangan, tarik mundur berapa lama waktu kalian persiapan, ingat pukul 07.00 harus sudah                 melaksanakan apel pagi, sekian terima kasih. Laksanakan"

Selanjutnya pastikan selalu bahwa pasukan dibubarkan dengan baik dan tertib untuk melaksanakan tugas selanjutnya. Dua contoh pengarahan diatas bisa berubah sesuai dengan gaya setiap instruktur. Pada intinya adalah pengarahan tersebut berisi kegiatan apa yang harus di lakukan peserta dan penekanan untuk selalu menepati waktu.

3. Manfaatkan yel - yel / lagu - lagu
    Yel - yel atau lagu - lagu dapat dibuat se-kreatif mungkin dan se-unik mungkin untuk menciptakan suasana yang semangat dan ceria. Yel - yel / lagu juga dapat menjadi alat kontrol seorah instruktur atau pelatih terhadap peserta / siswanya.

Sabtu, 28 Mei 2016

KUMPULAN PERMAINAN OUTBOUND KERING

22.36
1.       Spider Web
           Tujuan
-          Melatih kekompakan suatu kelompok dalam melewati rintangan
-          Melatih jiwa korsa dalam sebuah team
Peralatan
-          Dua buah tiang / pohon / bambu
-          Tali tambang
Peraturan & Cara bermain
-          Seluruh anggota kelompok harus melewati rintangan tanpa harus menyentuh tali
-          Apabila menyentuh harus diulangi dengan kesempatan sebanyak 3 kali
-          Lubang yang telah dilewati tidak boleh dilewati ulang
-          Susunan tali dapat dikreasikan sendiri

2.       Estafet Bola Ping-Pong
           Tujuan
-          Melatih kekompakan suatu kelompok
-          Melatih kerjasama tim
Peralatan
-          Bambu yang dibelah / pipa paralon ukuran + 30 cm
-          Bola Ping – pong
-          2 Ember kecil
Peraturan & Cara Bermain
-          Satu tim terdiri 5 – 7 orang
-          Setiap orang membawa satu bamboo / pipa paralon
-          Ember kecil dibagi menjadi 2 tempat hulu dan hilir + 15 – 20 meter
-          Ember kecil di hulu berisi bola pingpong
-          Bola pingpong dijalankan satu – satu melalui bamboo / pipa parolon tersebut sampai masuk ke ember di hilir
-          Bola yang bergulir tidak boleh jatuh apabila terjatuh harus diulang dari awal

-          Apabila di pertarungkan dengan tim lain pemenang diambil yang tercepat memindahkan bola pingpong

POSISI PESERTA DIDIK DALAM MENERIMA MATERI

06.43
Sebagai seorang intstruktur atau pelatih harus dapat menempatkan peserta didik sebaik mungkin dalam proses pembelajaran baik didalam maupun diluar ruangan. Penempatan peserta didik yang tepat akan membuat peserta didik menerima materi / pelajaran dengan baik pula.

Berikut adalah contoh penempatan peserta didik pada saat melaksanakan pembelajaran baik didalam maupun diluar ruangan:

Penempatan Serdik
1.      Di dalam kelas
Perhatikan hal – hal dibawah ini
Ø  Sifat pelajaran
Ø  Penerangan
Ø  Gangguan suara / pandangan
Ø  Peredaran udara

Contoh penempatan peserta didalam kelas / ruangan


































Sebagai seorang intstruktur atau pelatih juga harus memperhatikan beberapa hal berikut ketika mengajar peserta didik didalam kelas:
1. Sikap berdiri yang bagus
2. Tidak menutupi papan tulis / alat peraga
3. Tidak ada peserta didik yang membelakangi instruktur / pelatih

2. Diluar kelas
    Perhatikan hal - hal dibawah ini
      Ø  Sifat pelajaran
      Ø  Matahari
      Ø  Gangguang suara/ pandangan
   ØAngin & hujan



contoh penempatan peserta diluar ruangan


Kamis, 26 Mei 2016

CARA MEMBERIKAN INTRUKSI (CMI)

04.19
A.    PENGERTIAN

Belajar adalah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan berdasarkan hasil interaksi dengan lingkungannya

Mengajar adalah suatu proses bgaimana pelatih menyampaikan pelajaran kepada peserta didik agar materi yang diajarkan dapat diterima dengan baik sesuai dengan yang diaharapkan

CMI adalah suatu cara yang dilakukan pelatih untuk menyampaikan pelajaran / perintah kepada peserta didik agar dapat diterima dan dimengerti oleh peserta didik dan tercapai efektif & efisien

B.     PEDOMAN DASAR CMI
1.      Memakai bahasa yang sederhana
-          Mudah diterima dan dimengerti
-          Kata yang sukar ditulis terlebih dahulu lalu dijelaskan

2.      Menggunakan panca indra
-          Untuk pelajaran teori: mendengar, melihat, dan berfikir
-          Untuk pelajaran praktek: mendengar, melihat, dan berbuat

3.      Menyruh peserta didik utnuk berfikir & berbuat
-          Membangkitkan perhatian
-          Mudah diingat
-          Memberi aktivitas
-          Percaya pada diri sendiri

4.      Memeriksa langkah demi langkah
-          Untuk pelajaran teori
a.       Dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan ditengah pelajaran jika sebagian telah diuraikan
b.      Memberikan kesempatan bertanya
c.       Adakan tes tanpa diberitahukan sebelumnya
-          Untuk pelajaran ketangkasan
a.       Meyuruh peserta didik menirukan
b.      Menyuruh peserta didik mempraktekkan



C.    METODE PENYAJIAN PELAJARAN
1.      Pelajaran Teori
a.       Ceramah
b.      Tanya jawab
c.       Diskusi
d.      Pemberian tugas & resitasi
e.       Pemecahan masalah / study kasus
f.       Manusia sebagai sumber
g.      Studi kepustakaan
h.      Audio visual

2.      Pelajaran ketangkasan
a.       Demonrasi
b.      Aplikasi
c.       Sosio drama
d.      Kerja kelompok
e.       Karya wisata
f.       Pemberian tugas
g.      Survey social
h.      Pengabdian  masyarakat
i.        Team teaching
j.        Simulasi
k.      Drill
l.        Gelada peta
m.    Gelada model
n.      Gela medan
o.      Geladi posko
p.      Eksperimen
q.      Penemuan

D.    PEDOMAN DALAM MENENTUKAN METODE PENGAJARAN
-          Tujuan instruktusional yang ingin dicapai
-          Kedalaman materi & jumlah waktu yang tersedia
-          Mutu peserta didik yang terbagi dalam tingkat kemampuan
-          Situasi yang terbagi berdasarkan keadaan
-          Kuantitas & kualitas fasilitas pendidikan yang tersedia
-          Jumlah & kemampuan penyelenggara pendidikan yang tersedia
E.     PERSIAPAN MENGAJAR
1.      Metode pada pelajaran teori
a.       Pendahuluan / permulaan
Ø  Perkenalan
Ø  Appersepsi
Ø  Judul
Ø  Tujuan
Ø  Ruang lingkup
Ø  Referensi
b.      Inti
Ø  Langkah 1
-          Pokok bahasan
-          Sub pokok bahasan
-          Teknik
-          Penjelasan
-          Kesempatan bertanya
-          Pemeriksaan
Ø  Langkah 2 sama seperti langkah 1
c.       Akhir / penutup
Ø  Kesempatan tanya
Ø  Pemeriksaan
Ø  Ringkasan / rangkuman

Ø  penekanan

2.      Metode pada pelajaran ketrampilan / praktek
a.       Pendahuluan
Ø  Tindakan keamanan
Ø  Perkenalan
Ø  Appersepsi
Ø  Judul
Ø  Tujuan
Ø  Ruang lingkup
Ø  Referensi
Ø  Demo keseluruhan materi
b.      Inti
Ø  Pokok bahasan
Ø  Sub pokok bahasan
Ø  Teknik
Ø  Demo langkah
Ø  Penjelasan
Ø  Mencoba
Ø  Kesempatan Tanya
Ø  Pemeriksaan
c.       Akhir / penutup
Ø  Kesempatan Tanya
Ø  Pemeriksaan dengan meyuruh berbuat
Ø  Ringkasan
Ø  Penekanan
Ø  Demo keseluruhan materi
Ø  Tindakan keamanan

Referensi:
       NASDEP ttg CMI untuk SUSBATIH No 11-07-C0232 skep Danrindam Jaya No Kep /15/VI/2010 tgl 07 Juni 2010 dalam Penataran Provoost Resimen Mahasiswa Mahadipa Jawa Tengah Tahun 2015